Michael Carrick perlahan kembali menjadi perbincangan hangat di lingkungan Manchester United. Mantan gelandang elegan Setan Merah itu mendadak mendapat sorotan besar setelah dipercaya menangani tim sebagai manajer sementara.

Hasilnya pun tidak main-main, karena Carrick mampu membawa MU meraih kemenangan penting yang mengangkat moral tim. Dukungan untuk Carrick datang dari berbagai arah, termasuk dari sosok yang dikenal sangat kritis, Roy Keane.
Mantan kapten MU itu sebelumnya sempat meragukan kapasitas Carrick sebagai manajer permanen. Namun seiring waktu dan performa tim yang stabil, Keane mulai melunak dan memberi sinyal dukungan.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Situasi ini menempatkan Carrick di posisi yang menarik. Di satu sisi, ia masih dianggap minim pengalaman untuk proyek jangka panjang. Di sisi lain, hasil di lapangan menunjukkan bahwa Carrick punya sentuhan yang mampu menghidupkan kembali kepercayaan diri para pemain MU.
Perubahan Sikap Roy Keane Mengundang Perhatian
Roy Keane dikenal sebagai figur yang blak-blakan dan jarang menarik ucapannya. Ketika pertama kali Carrick mencatat kemenangan atas Manchester City dan Arsenal, Keane justru menyebutnya belum layak menjadi manajer permanen, apa pun hasil yang diraih hingga akhir musim.
Namun hanya berselang sepekan, nada bicara Keane berubah. Ia mengakui bahwa Carrick layak diberi kesempatan, setidaknya hingga musim panas 2026. Menurut Keane, momentum yang dimiliki Carrick saat ini terlalu berharga untuk diabaikan oleh manajemen klub.
Meski begitu, Keane tetap konsisten pada pandangannya bahwa masih ada kandidat lain yang lebih berpengalaman. Dukungan yang ia berikan bukan berarti tanpa keraguan, melainkan bentuk pengakuan atas kerja nyata Carrick dalam situasi sulit yang dihadapi Manchester United.
Baca Juga: Giuliana Vigile Asisten Wasit Cantik yang Bikin Serie D Semarak
Sentuhan Carrick yang Menghidupkan Ruang Ganti

Salah satu poin penting yang disoroti Roy Keane adalah kemampuan Carrick mengembalikan kepercayaan para pemain. Setelah periode yang penuh tekanan dan inkonsistensi, suasana ruang ganti MU perlahan berubah menjadi lebih positif di bawah arahan Carrick.
Pendekatan Carrick yang tenang dan komunikatif dinilai cocok dengan karakter skuad MU saat ini. Para pemain terlihat bermain lebih lepas, disiplin, dan memahami peran masing-masing di lapangan. Hal ini tercermin dari performa solid saat menghadapi lawan-lawan berat.
Keane menilai keberhasilan ini sebagai momen “pintu geser” dalam karier Carrick. Jika kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik, Carrick bisa membuka jalan menuju karier kepelatihan yang lebih besar, baik di Manchester United maupun klub Premier League lainnya.
Peluang dan Tantangan Menuju Manajer Permanen
Menjadi manajer caretaker dan manajer permanen adalah dua hal yang sangat berbeda. Carrick kini dihadapkan pada tantangan besar untuk membuktikan bahwa performa positif ini bukan sekadar efek kejut jangka pendek. Konsistensi akan menjadi kunci utama penilaian manajemen MU.
Roy Keane sendiri menegaskan bahwa menangani Manchester United berarti harus siap membangun tim juara dalam jangka panjang. Target tersebut membutuhkan pengalaman, ketegasan, dan visi besar. Carrick masih harus menunjukkan bahwa ia mampu memenuhi tuntutan tersebut. Meski masa depannya di Old Trafford belum pasti, satu hal sudah jelas.
Michael Carrick telah memanfaatkan momen dengan sangat baik. Entah berakhir sebagai manajer permanen MU atau melanjutkan karier di klub lain, periode ini menjadi fondasi penting dalam perjalanan kepelatihannya. Simak dan ikuti terus informasi sepak bola terbaru secara lengkap hanya di footballnewshd77.com.
